Sunday, January 1, 2012

cara merawat burung beo

Tips Merawat Burung Beo



Berikut adalah tips umum memelihara burung beo:
  1. Bersihkan sangkar burung beo secara teratur, bahkan setiap hari jika diperlukan. Bersihkan kandang dari kotoran, bulu rontok, atau sisa-sisa makanan.
  2. Beri burung beo air segar setidaknya sekali sehari.
  3. Beri makan burung beo dua kali sehari. Tiap jenis beo makan makanan yang berbeda, jadi pastikan mengetahui pakan yang paling tepat untuk beo Anda.
  4.  Bermainlah dengan burung beo. Sediakan berbagai mainan untuk beo peliharaan Anda.
  5. Beo adalah burung yang cerdas sekaligus mudah bosan jika mereka tidak diberi mainan. Beo yang bosan akan stres dan mungkin akan mulai mencabuti bulunya sendiri.

Tips Membersihkan Kandang Beo

Berikut adalah beberapa tips membersihkan kandang burung beo:
  1. Bersihkan kandang dengan handuk basah. Beo umumnya menghasilkan zat seperti tepung yang berpotensi mengotori kandang.
  2. Pindahkan beo dari kandangnya dan bersihkan kandang secara menyeluruh setidaknya seminggu sekali. Anda dapat menggunakan campuran 50/50 pemutih dan air atau sabun cuci piring.
  3. Bilas pembersih secara menyeluruh dan keringkan kandang sebelum kembali memindahkan beo ke dalamnya.
  4.  Cuci mangkuk makanan dan air secara menyeluruh setidaknya seminggu sekali.

Tips Memberi Makan Burung Beo
  1. Beri makan burung beo dengan beragam makanan. Jangan selalu beri makan beo biji-bijian karena bisa membuat beo terlalu gemuk.

cara membuat semur jengkol

Resep membuat semur jengkol



Bahan  1 :
  • 250 gr Jengkol
  • 2 cm Kayu Manis
  • 50 ml Kecap Manis
  • 1 sdt Garam
    1 sdm Gula Pasir
  • 250 ml Air
  • Minyak Goreng secukupnya



Bahan 2 (haluskan) :
  • 3 siung Bawang Putih
  • 4 bh Bawang Merah
  • 1 sdm Ketumbar



Cara Membuat :


  1. Rebus jengkol lalu kupas kulitnya dan pukul-pukul hingga sedikit pecah.
  2.  Panaskan minyak goreng kemudian tumis bumbu yang dihaluskan, beri garam, gula pasir dan kayu manis. Tumis hingga harum.
  3. Masukkan kecap manis, tumis kembali hingga mendidih.Masukkan jengkol, aduk perlahan. Tambahkan air, masak hingga bumbu meresap dalam jengkol.
  4.  Angkat dan hidangkan.

cara membuat sate ayam khas madura



Resep Bahan Sate Ayam Madura :
  • ayam 1 kg, buang kulit dan tulangnya
  • kecap manis 150 ml
  • jeruk limau 2 buah
  • tusuk sate 40 buah

Resep Bumbu Kacang :
  • kacang tanah 250 gram, goreng
  • bawang putih 4 siung
  • bawang merah 5 siung
  • cabe merah 2 buah
  • air 500 ml
  • daun jeruk 2 lembar
  • garam secukupnya
  • kecap manis 100 ml

Pelengkap Sate Ayam Madura :
lontong atau ketupat

Cara membuat Sate Ayam Madura :
Potong daging ayam bentuk dadu, lalu tusuk-tusuk dengan tusuk sate dan lakukan hingga habis, sisihkan.
Haluskan semua bahan bumbu kacang kecuali kecap, daun jeruk dan air hingga lembut, lalu campur dengan kecap, air, daun jeruk dan masak hingga berminyak dan matang, angkat.
Lumuri sate ayam dengan kecap yang telah ditambahkan sedikit bumbu kacang hingga permukaannya rata.
Bakar sate hingga matang sambil dibolak-balik dan dilumuri sis bumbu kecap, angkat.
Sajikan sate ayam dengan bumbu kacang, jeruk limau dan lontong.

Saturday, December 31, 2011

cara membuat nasi bakar




Bahan yang diperlukan :

 1. Beras 1/2 kg
 2. Daun pisang, secukupnya
 3. Lidi, secukupnya
 4. Santan 200 cc
 5. Udang secukupnya,buang kepala dan ekornya, bersihkan juga kulitnya. potong jadi dua
 6. Ayam filed, potong dadu.
 7. Air secukupnya
 8. Bawang goreng 5 sdm
 9. Kaldu Ayam 200 cc
 10. Garam secukupnya
 11. Gula secukupnya
 12. Petai, jika suka, potong jadi dua.
 13. Daun salam 3 lembar.
 14. Merica 1/4 sdt
 15. Minyak 2 sdm
 16. Bawang bombay, cacah halus


Cara Membuat Nasi Bakar

1. Masak beras, sama seperti memasak nasi, hanya bedanyapada saat merebus nasi, ( saat jadi nasi aron ) gunakan santan, jadi panaskan air dan masukkan santan dan kaldu ayam serta beras,jangan lupa garam dan gula secukupnya kurang lebih garam 1 sdm dan gula 1/2 sdm, daun salam setelah itu tanak kembali hingga matang.

2. selanjutnya adalah membuat isian, panaskan minyak tumis sebentar, bawang bombay, ayam dan udang serta petai tadi dengan margarin, tambahkan garam dan gula secukupnya, tidak luypa merica, angkat.

3.siapkan daun pisang, dan ambil nasi tadi buatlah seperti anda membuat lemper, tapi dengan ukuran lebih panjang, sisipkan ayam 2 potong dan udang 2 potong , bawang goreng dan petei di tengahnya, rekatkan dengan lidi. dan bakar nasi tersebut hingga aroma menjadi semakin sedap, Nasi bakar siap di hidangkan.

cara membuat nasi uduk spesial

Cara Membuat Nasi Uduk Spesial :



Resep Bahan Nasi Uduk :
500 gram beras, cuci, tiriskan
600 ml santan dari 1 butir kelapa tua
1 sendok makan garam
2 lembar daun salam
2 lembar daun pandan, sobek-sobek, ikat
1 sendok teh ketumbar bubuk

Resep Sambal Kacang Nasi Uduk :
100 gram kacang tanah, goreng
1 buah cabai merah
10 buah cabai rawit (menurut selera)
1 sendok teh garam
1 sendok makan gula pasir
1sendok makan cuka
150 ml air matang

Resep Pelengkap Nasi Uduk :
teri nasi goreng
kacang goreng
bawang goreng
emping goreng
sambal kacang
irisan telur dadar

Cara membuat Nasi Uduk :
Kukus beras sambai setengah matang (25 menit), pindahkan ke panci. Didihkan santan bersama bahan lainnya, tuangkan sampai kurang lebih 1 ruas jari di atas beras. Jerangkan di atas api kecil sampai santan terserap habis. Kukus matang.
Campur sambal kacang, haluskan.
Sajikan dengan bahan pelengkap.

Selamat mencoba dan saya ucapkan terima kasih kepada ibu yang telah mengajarkan memasak nasi uduk spesial ini kepada kami.

cara ternak burung murai

Cara berternak burung murai



Memilih Calon Indukan

Hal pertama yang perlu dipersiapkan adalah memilih indukan Jantan dan Betina yang berkualitas. Ukuran tentang kualitas dapat bermacam-macam alasan dan motivasi serta tujuan mengembang-biakan burung tersebut. Tapi sebagai dasar utama pemilihan indukan yang berkualitas adalah melihat dari gen indukan tersebut. Oleh karena itu dapat dipertimbangkan tujuan dan motivasi penangkaran sbb:
1. Tujuan Untuk Kompetisi (Lomba) Burung Berkicau.

Cari gen indukan jantan yang punya prospek juara. Biasanya burung yang telah mendapat predikat juara disuatu perlombaan besar merupakan acuan calon indukan yang berkualitas. Walaupun acuan ini tidak mutlak dilakukan, tetapi paling tidak sudah mempunyai modal sebagai indukan yang baik, kendalanya barangkali adalah masalah harganya yang cukup tinggi.

Untuk mengatasi hal tersebut di atas, cari alternatif lain yang relatif lebih mudah. Caranya dengan mencari calon indukan yang mempunyai prospek yang baik, walaupun belum pernah juara atau diperlombakan. Umumnya indukan yang baik adalah yang bertipe suara keras, pintar menirukan suara burung lain, mempunyai tonjolan-tonjolan suara yang khas, misalnya tembakan-tembakan, ngerol dan variasi suara. Serta performa dan penampilan yang baik saat membawakan irama lagu. (Mengenai ciri-ciri burung yang berkualitas dan mempunyai prospek juara akan dibahas dalam artikel terpisah).

Setelah menentukan indukan Jantan, langkah selanjutnya adalah mencari indukan Betina yang berkualitas. Ciri-ciri fisiknya kurang lebih sama dengan indukan Jantan. Indukan Betina juga harus dicari yang suaranya merdu dan berpostur baik, mempunyai ekor yang cukup panjang untuk ukuran murai batu betina. Burung yang akan dijodohkan sebaiknya hewan yang dari sub-spesies yang sama. Ini jauh lebih sulit lagi, karena jarang sekali diperdagangkan indukan murai batu betina yang baik. Mayoritas pedagang menjual murai batu berjenis kelamin Jantan. Alternatif yang termudah dengan mendatangi rumah-rumah penangkaran murai batu dan memesannya terlebih dahulu (cara ini biasanya lama di dapat, karena pemesannya juga banyak).

2. Tujuan Untuk Sekedar Menangkarkan Saja.

Cara ini biasanya dilakukan oleh para hobbies, karena pertimbangan melestarikan kelangsungan hidup murai batu saja. Jenis yang ditangkarkan murai batu dari sub-spesies apa saja.

Mempersiapkan Penjodohan

Setelah dipilih calon-calon indukan yang baik, langkah pertama adalah dengan memperkenalkan suara/kicauan indukan Jantan dan indukan Betina terlebih dahulu. Caranya dengan menempatkan kedua burung tersebut dalam sangkar gantung yang terpisah. Usahakan berada dalam satu area agar suara/kicauan mereka dapat saling terdengar. Usahakan satu sama lain tidak diperlihatkan terlebih dahulu. Disini fungsi kain penutup sangkar (kerodong) berperan. Setelah terjadi saling sahutan, biarkan sampai irama kicauan mereka seirama. (biasanya diperlukan waktu sekitar 2 sampai 3 hari, tetapi ini juga tidak mutlak, tergantung kondisi dilapangan). Dalam kondisi ini dianjurkan untuk memberian pakan hidup dan nutrisi yang cukup agar burung mencapai puncak birahi, sehingga mempermudah proses penjodohan. (Mengenai pakan hidup dan nutrisi akan dibahas dalam artikel terpisah).

Setelah ada keseimbangan irama kicauan diantara mereka, pertemukan mereka dengan tahapan gradual sbb:
a. Buka masing-masing kerodong dengan jarak antara kedua sangkar berjauhan 4 meter. Jangan terburu-buru untuk langsung mempertemukan mereka. Karena indukan Jantan dapat menyerang bahkan dapat membunuh indukan Betina. Kegiatan menjodohkan ini akan berlangsung berhari-hari, bahkan dalam hitungan minggu.
b. Setelah proses ini berjalan dengan baik dan terjadi kemajuan satu sama lain, tempatkan sangkar lebih dekat lagi. Misalnya persempit jarak sangkar mereka menjadi 1 meter - 2 meter. Biasanya kalo kedua burung sudah saling cocok, Individu Jantan akan memperlihatkan bahasa tubuh, seperti mengibas-kibaskan ekornya dan menampilkan suara yang merdu untuk menarik perhatian individu betina.
c. Jika reaksi indukan betina hanya berdiam diri di atas tangkringan saja, itu menandakan ia belum siap untuk kawin. Proses ini membutuhkan kesabaran.
d. Jika reaksi indukan betina mengambil posisi membungkuk dan melebarkan kedua sayapnya, itu menandakan is sudah benar-benar siap untuk kawin.
e. Jika keadaan seperti point d di atas, segera masukkan kedua indukan dalam kandang penangkaran yang besar. Keluarkan betina dari dalam sangkar, sedangkan indukan Jantan usahakan masih didalam sangkar yang digantung di dalam kandang besar. Biarkan proses penjodohan ini berlanjut sampai indukan Betina benar-benar siap untuk dikawinkan. Biasanya indukan betina akan sering hinggap disekitar sangkar indukan Jantan.
f. Setelah fase penjodohan memperlihatkan kemajuan yang baik, anda tidak perlu khawatir untuk mengeluarkan indukan Jantan dari sangkar gantung.

Dalam beberapa kejadian, jika burung telah ditempatkan bersama-sama, mereka akan cepat melakukan aktifitas perkawinan. Setelah ini berlangsung, indukan betina akan membangun sarangnya dalam waktu sehari dan akan mulai bertelur pertama kali setelah hari-hari berikutnya. Telur pertama, kedua dan ketiga biasanya merupakan telur yang tidak berproduksi/tidak menetas (infertilitas).

Seringkali, jika kedua pasangan memasuki masa reproduksi, perkawinan tidak dilangsungkan secara cepat (tidak terburu-buru), sampai indukan Jantan benar-benar menerima indukan betina setelah terlebih dahulu terjadi proses penjodohan. Indukan Jantan akan tampil atraktif dan bernyanyi merdu di depan indukan Jantan, seolah olah ingin mengatakan bahwa saya seorang gentlemen. Ia juga akan memeriksa kotak sarang. Ia perlu melihat apakah kotak sarangnya akan dapat menjadi tempat yang nyaman. Selanjutnya ia akan masuk ke dalam kotak sarang dan memperhatikan dengan seksama untuk waktu yang lama, kemudian akan berkicau dengan pelan seolah memanggil induk betina dan menyuruhnya masuk ke dalam kotak sarang.

Apabila induk Jantan meninggalkan kotak sarang, induk betina akan memeriksa kenyamananya, tetapi ia jarang keluar dari kotak sarang sebelum sang Jantan benar-benar membangun sarangnya.

Idealnya, burung harus membangun sarangnya beberapa hari setelah saling mengenal. Biasanya induk Jantan yang mulai menyusun sarang. Setelah separuh dari sarang terkumpul, induk betina akan segera keluar sarang dan mulai menyelesaikan sarangnya.

Biasanya, setelah 2 hari berlangsung sarang akan selesai dan induk betina akan beristirahat. Setelah kurang lebih 4 hari, induk betina akan mulai bertelur. Dalam sehari ia akan bertelur sekali. Jumlah telur yang akan dierami 3 dampai 4 telur. Bahkan ada yang sampai berjumlah 5 telur. Saat jumlah telur sudah mencapai 3 butir, induk betina biasanya sudah mulai melakukan pengeraman.




Cara beternak belut di kolam dan drum. Beternak atau budidaya belut saat ini mulai digemari seiring dengan banyaknya permintaan akan belut dan ketersediaan belut dipasar dari hasil penangkapan secara alami semakin sedikit. Beternak belut sebenarnya tidak begitu susah karena belut dapat dibudidayakan baik itu dalam kolam ataupun drum.

Cara beternak belut di kolam dan drum

Cara Budidaya Belut didalam kolam adalah dengan cara membuat kolam sedangkan jika beternak dalam drum maka wadah untuk pemeliharaan yang digunakan adlah srum itulah perbedaan keduanya sedangkan dalam tehnis budidaya sama saja.

Perlu diingat bahwa belut akan cepat besar jika medianya cocok sehingga dalam 
budidaya belut dalam kolam dan drum media harus menjadi perhatian yang utama . Media yang baik untuk beternak belut di kolam dan drum adalah lumpur kering, kompos, jerami padi, pupuk TSP, dan mikroorganisme stater. Peletakkannya diatur: bagian dasar kolam dilapisi jerami setebal 50 cm. Di atas jerami disiramkan 1 liter mikroorganisma stater. Berikutnya kompos setinggi 5 cm. Media teratas adalah lumpur kering setinggi 25 cm yang sudah dicampur pupuk TSP sebanyak 5 kg.

Karena belut tetap memerlukan air maka dalam beternak belut dalam kolam dan drum ini sebagai habitat hidupnya, kolam diberi air sampai ketinggian 15 cm dari media teratas. Jangan lupa tanami eceng gondok sebagai tempat bersembunyi belut. Eceng gondok harus menutupi ¾ besar kolam.

Bibit belut yang ingin diternakkan tersebut tidak serta-merta dimasukkan. Media dalam kolam perlu didiamkan selama 2 minggu agar terjadi fermentasi. Media yang sudah terfermentasi akan menyediakan sumber pakan tambahan untuk ternak belut nantinya secara alami seperti jentik nyamuk, zooplankton, cacing, dan jasad-jasad renik. Setelah itu baru bibit belut yang akan diternakkan dimasukkan.

Sifat kanibalisme dalam beternak belut di kolam dan drum yang dimiliki Monopterus albus itu tidak terjadi selama pembesaran. Asal, pakan dalam budidaya belut tersebut tersedia dalam jumlah cukup. Saat masih anakan belut tidak akan saling mengganggu. Sifat kanibal muncul saat belut berumur 10 bulan, ujarnya. Sebab itu tidak perlu khawatir memasukkan bibit dalam jumlah besar hingga ribuan ekor. Dalam 1 kolam berukuran 5 m x 5 m x 1 m, saya dapat memasukkan hingga 9.400 bibit, katanya.

Pakan yang diberikan agar budidaya belut haruslah segar dan hidup, seperti ikan cetol, ikan impun, bibit ikan mas, cacing tanah, belatung, dan bekicot. Pakan diberikan minimal sehari sekali di atas pukul 17.00. Untuk menambah nafsu makan dapat diberi temulawak Curcuma xanthorhiza. Sekitar 200 g temulawak ditumbuk lalu direbus dengan 1 liter air. Setelah dingin, air rebusan dituang ke kolam pembesaran. Pilih tempat yang biasanya belut bersembunyi, ujar Ruslan.

Pelet ikan dapat diberikan sebagai pakan selingan untuk memacu pertumbuhan belut yang dibudidayakan. Pemberiannya ditaburkan ke seluruh area kolam. Tak sampai beberapa menit biasanya anakan belut segera menyantapnya. Pelet diberikan maksimal 3 kali seminggu. Dosisnya 5% dari bobot bibit yang ditebar. Jika bibit yang ditebar 40 kg, pelet yang diberikan sekitar 2 kg.

Hama utama dalam budidaya belut di kolam dan drum adalah kehadiran hama seperti burung belibis, bebek, dan berang-berang perlu diwaspadai. Mereka biasanya spontan masuk jika kondisi kolam dibiarkan tak terawat. Kehadiran mereka sedikit-banyak turut mendongkrak naiknya pH karena kotoran yang dibuangnya. Hama bisa dihilangkan dengan membuat kondisi kolam rapi dan pengontrolan rutin sehari sekali, tutur Ruslan.

Perlu di ingat selain pakan, yang perlu diperhatikan dalam budidaya belut di kolam atau drum adalah kualitas air. Bibit belut menyukai pH 5-7. Selama pembesaran, perubahan air menjadi basa sering terjadi di kolam. Air basa akan tampak merah kecokelatan. Penyebabnya antara lain tingginya kadar amonia seiring bertumpuknya sisa-sisa pakan dan dekomposisi hasil metabolisme. Belut yang hidup dalam kondisi itu akan cepat mati. Untuk mengatasinya, pH air perlu rutin diukur. Jika terjadi perubahan, segera beri penetralisir.
Suhu air optimal untuk beternak belut perlu dijaga agar tetap pada kisaran 26-28oC. Peternak di daerah panas bersuhu 29-32oC, seperti Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi, perlu hujan buatan untuk mendapatkan suhu yang ideal. Hanya dalam tempo 4 bulan sudah siap panen.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | SharePoint Demo